Selamat Datang di EduLegal

Dr. Bukhari Buka Kuliah PPKn di Teknik Industri PNL dengan Pesan Kebangsaan

Bagikan:

Avatar

Dr. Bukhari, M.H., C.M

Penulis

Bacaan 2 Menit

03 September 2025

Dr. Bukhari Buka Kuliah PPKn di Teknik Industri PNL dengan Pesan Kebangsaan

ULASAN LENGKAP

Lhokseumawe, 3 September 2025 – Pertemuan perdana mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Program Studi Teknik Industri Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berlangsung penuh semangat. Dosen pengampu, Dr. Bukhari, M.H., CM, membuka perkuliahan dengan menekankan pentingnya internalisasi nilai kebangsaan bagi mahasiswa vokasi di era industri modern.

Dalam kuliah pengantar, Dr. Bukhari menjelaskan bahwa PPKn memiliki peran strategis dalam membentuk civic knowledge, civic skill, dan civic disposition mahasiswa. Ketiga aspek ini, menurutnya, akan menjadi fondasi penting agar lulusan teknik tidak hanya unggul dalam keterampilan industri, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kokoh.

Ilmu teknik dan industri adalah alat untuk membangun peradaban. Namun, tanpa karakter kebangsaan dan etika publik, ilmu itu bisa kehilangan arah. Pancasila dan kewarganegaraan hadir untuk memastikan teknologi tetap berpihak pada manusia dan keadilan sosial,” tegas Dr. Bukhari.

Beliau juga mengaitkan materi PPKn dengan tantangan globalisasi dan revolusi industri 4.0, di mana mahasiswa dihadapkan pada arus digitalisasi dan persaingan kerja internasional. Menurutnya, mahasiswa vokasi perlu menyeimbangkan kompetensi teknis dengan kesadaran kebangsaan, agar tidak tercerabut dari akar budaya dan konstitusi bangsa.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti diskusi ringan yang digelar pada pertemuan pertama ini. Beberapa mengapresiasi metode pengajaran yang tidak sekadar menyampaikan teori, tetapi juga menyinggung isu-isu aktual seperti demokrasi, etika profesi, hingga tanggung jawab sosial di dunia industri.

Kuliah perdana ini ditutup dengan pesan motivasi dari Dr. Bukhari agar mahasiswa Teknik Industri PNL mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.

Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas di laboratorium dan pabrik, tetapi juga arif dalam membela nilai kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, PPKn diharapkan tidak hanya menjadi mata kuliah wajib, melainkan wadah pembentukan insan Politeknik yang berkarakter, unggul, dan siap berkontribusi untuk bangsa.

 

.